Perbedaan Mencolok Ride Sharing Dan Ride Hailing, Lebih Untung Mana?

0 Comments
Perbedaan Mencolok Ride Sharing Dan Ride Hailing, Lebih Untung Mana?

Terkenalnya kendaraan ojek online di Indonesia menimbulkan sebuah perdebatan. Antar Ride Sharing dan Ride Hailing, untung yang mana?

Perlu kita ketahui, contoh nyata dari penganut konsep Ride Hailing adalah Grab dan Gojek yang sering kita temui sehari-hari. Sedangkan contoh nyata perusahaan startup yang bergerak menganut konsep Ride Sharing adalah Uber.

Uber memang sempat mendunia beberapa tahun lalu. Sudah ada banyak sekali negara-negara yang dijamah olehnya. Namun kini, keadaannya justru seperti berbanding terbalik. Uber seperti down dan menyerah kepada Grab, salah satu pesaing terbesarnya.

Grab yang notabene merupakan perusahaan startup pemula yang didirikan oleh Anthony Tan, pria asal Negeri Jiran, mampu merobohkan gema Uber di kancah transportasi online. Lalu mengapakah Uber sampai roboh di tangan Grab? Benarkan konsep Ride Hailing lebih menjanjikan? Temukan jawabannya di bawah ini.

Ride Sharing Dan Ride Hailing, Lebih Untung Mana?

Ketika pertama kali menggunakan layanan Grab, apa yang anda rasakan? Mungkin anda bertanya-tanya, bagaimana digitalisasi bisa merambah dunia transportasi yang dulu bahkan tidak pernah dipikirkan oleh orang lain. Namun sekarnag ini begitulah kenyataannya.

Grab menawarkan berbagai pelayanan yang dari waktu ke waktu semakin disempurnakan. Mulai dari jenis layanannya, durasi sebaran kode promo Grab-nya, nominal promo yang diberikan, hingga perbaikan pada aplikasi ynag semakin sering dilakukan.

Dahulu, Grab mungkin hanya terbatas pada penawaran layanan antar jemput dengan kednaraan pribadi. Juga belum ada sebaran kode promo Grab yang terlalu sering seperti sekarang ini. Namun begitu, mereka langsung bisa melejit dan terbang ke berbagai negara. Mereka mampu mengalahkan para pendahulunya, seperti ojek offline, taxi, hingga Uber.

Grab menggunakan konsep Ride Hailing, dimana driver menawarkan kendaraan mereka kepada penumpang dengan harapan mendapatkan keuntungan. Sehingga tidak heran mereka mampu menebas para pesaingnya yang mengugnakan konsep Ride Hailing.

Berikut ini perbedaan konsep Ride Sharing dan Ride Hailing yang perlu anda ketahui :

  1. Dari segi orientasi

Ride Sharing (Uber) lebih berorientasi kepada driver. Hal ini tercermin pada sistem mereka yang hanya seperti menawarkan kursi kosong kepada penumpang. Jadi, mereka berniat membagikan kursi ketika mereka memiliki waktu luang, dan tidak berniat mencari keuntungan lebih dari penumpnag.

Sedangkan Ride Hailing (Grab) lebih berorientasi kepada penumpang. Mereka mengharuskan driver-nya untuk meberikan pelayanan yang maksimal kepada para penumpang. Hal ini tercermin juga pada pembagian kode promo Grab secara berkala, adanya kebijakan maksimal waktu penjemputan, adanya sistem penilaian bintang dari penumpang, dan lain sebagainya.

  • Dari segi harga

Dengan perbedaan konsep tersebut, maka dari segi harga juga cukup berbeda. Ride Sharing memiliki nominal harga yang secara otomatis lebih rendah daripada Ride Hailing. Sehingga dari segi keuntungan yang didapatkan perusahaan pun akan lebih tinggi Grab daripada Uber (jika saja mereka masih bersaing).

  • Dari segi rute perjalanan

Konsep Ride Sharing bisa kita analogikan seperti ini : seorang driver membagikan mobilnya kepada penumpang yang sejalur dengannya. Dari pernyataan tersebut, bsia kita lihat bahwa target pasar dari para driver Uber hanya penumpang yang sejalur dengan mereka.

Berbeda jauh dengan konsep Ride Sharing, yang membuat penumpang dinomorsatukan. Sehingga mau tidak mau, driver harus mengantarkan penumpangnya dengan selamat hingga tujuan jika tidak ingin terkena suspend.

Dari berbagai perbandingan di atas jelaslah kita ketahui bahwa konsep  Ride Hailing lebih menjanjikan daripada Ride Sharing. Oleh karena itu, gunakan terus aplikasi Grab-mu dan dapatkan berbagai kode promo Grab menarik untuk pengalaman berkendara yang tak terlupakan.